Universitas Brawijaya Terapkan SPP Murah

     Universitas Brawijaya (Unibraw), Malang, Jawa Timur, mengklaim menerapkan biaya pendidikan murah dengan menerapkan sistem proporsional.

     Kepala Humas Unibraw Susantinah Rahayu, mengatakan besarnya Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP) yang diterapkan untuk semua mahasiswa adalah bervariasi yakni tertinggi Rp4 juta dan terendah nol rupiah.

     Dengan demikian sistem yang diterapkan itu memberikan peluang bagi mahasiswa dalam mendapatkan keringanan SPP sampai dengan gratis SPP.

     Ia menjelaskan semua mahasiswa saat melakukan pembayaran SPP harus melampirkan berkas kepada tim penetapan biaya pendidikan proporsional. Berkas itu yakni pendapatan orang tua, jumlah tanggungan keluarga, rekening PDAM, rekening telepon, dan besarnya pajak bumi dan bangunan.

     "Bagi mahasiswa dari keluarga korban putus hubungan kerja bisa mendapatkan fasilitas gratis SPP," tegasnya.

     Sehingga dengan melampirkan berkas secara transparan, maka setiap semester saat pembayaran SPP akan terlihat secara pasti kemampuan dan kondisi keuangan orang tua dari mahasiswa yang bersangkutan.
 
     Ia mengungkapkan besarnya SPP tertinggi bagi mahasiswa jalur regular adalah Rp3 juta pada Fakultas Kedokteran. Untuk SPP tertinggi jalur nonregular ada di Fakultas Ekonomi senilai Rp4 juta, dan terendah di Falulkas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) sebesar Rp1,4 juta.
 
     Penerapan sistem proporsional itu juga berlaku untuk pembayaran Sumbangan Pengembangan Fasilitas Pendidikan (SPFP) dan Sumbangan Pengembangan Institusi Pendidikan (SPIP). Sehingga semua mahasiswa mendapatkan fasilitas yang sama yakni keringanan dan penundaan pembayaran ketika kondisi keuangan orang tua benar-benar sedang terpuruk.
 
     Ia menegaskan besarnya SPFP dan SPIP tertinggi Rp10 juta di Fakultas Kedokteran."Untuk fakultas lainnya di bawah itu dengan jumlah bervariasi," katanya.

     Bukti bahwa Unibraw menerapkan biaya pendidikan murah, lanjut dia, ditunjukkan melalui pengembalian dana sebesar Rp8,9 miliar bagi 3.114 orang kepada orang tua. Dana sebesar itu merupakan kelebihan pembayaran setelah tim melakukan seleksi secara ketat berkas mahasiswa.

     "Jumlah dana dan penerima kelebihan pembayaran ini lebih besar dibandingkan tahun 2010 yang hanya berjumlah Rp3,4 miliar," ujarnya.

     Pengembalian dana masyarakat ini merupakan bagian dari program SPP Proporsional yang diterapkan di Unibraw sejak 2007.

     SPP Proporsional merupakan sumbangan pelaksanaan pendidikan yang besarannya ditentukan secara proporsional, berdasar kemampuan ekonomi masing-masing mahasiswa. Model SPP ini memuat prinsip seperti pemerataan dan perluasan kesempatan, keadilan, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas publik.

     "Keunggulan lain dari diterapkannya SPP Proposional ialah banyaknya mahasiswa yang diuntungkan, diantaranya yaitu pembebasan SPP nol rupiah," tukasnya. (BN/OL-3)

sumber : mediaindonesia

No comments

Leave a Reply

Stats

Archives